Pasca letusan 2006 silam, Gunung Merapi semakin ramai dikunjungi. Tak hanya para pecinta alam dan pendaki gunung, para wisatawan dari berbagai negara berbondong-bondong datang ke gunung teraktif di dunia tersebut. Ada yang berniat mendaki sampai puncak, tak sedikit yang hanya ingin melihat gunung berapi ini lebih dekat. Merapi pun menjadi obyek wisata dadakan.
Sayang, sebagian besar yang datang hanya sekadar menikmati kegagahan dan sisa amukan Merapi. Seusai menonton, ribuan turis tersebut banyak meninggalkan sampah makanan dan minuman yang mereka bawa dari bawah. Berawal dari kegelisahan ini, komunitas Lintas Merapi yang terletak di dusun Deles, kaki Merapi pun membuat paket wisata yang tak sekadar menonton apalagi sampai menyisakan sampah. Salah satunya adalah Tracking Lintas Merapi.
Berbeda dengan paket yang biasa ditawarkan biro wisata komersial, tracking Lintas Merapi bukan aksi gagah-gagahan untuk menaklukkan Merapi. Sembari bertualang melintasi jalur pendakian, pengunjung diajak mengenal cara-cara masyarakat di kaki Merapi bersinergi dengan ekosistem Merapi. Misalnya, mengunjungi sentra kerajinan bambu cendani, jenis bambu yang banyak tumbuh di lereng Merapi, atau belajar penangggulangan bencana gunung berapi ala masyarakat kaki Merapi.
Pilihan jalur pun tidak terbatas pada satu atau dua jalur pendakian. Peserta tracking boleh memilih jalur sampai ke puncak sesuai kemampuan.Bagi yang pertama kali mendaki bisa memilih jalur Selo, yang relatif sering dilalui. Yang ingin tantangan bisa mencoba jalur Deles atau Cangkringan. Sekadar berjalan-jalan mengelilingi Merapi pun boleh. Semua jalur tersebut telah “dikuasai” oleh tim Lintas Merapi.
Segala peralatan pendakian juga telah disiapkan. 11 tenda doom (tenda parasit berbentuk seperti kubah yang portabel) yang masing-masing muat untuk 4 orang siap dipakai kapan saja. Pun dengan peralatan pengamanan semacam karabiner, tali, dan P3K. Peserta hanya perlu membawa peralatan pribadi. Semakin banyak peserta, makin ringan pula biayanya.
"Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang memberi nilai lebih pada kawasan dan penduduk sekitarnya," ujar Sukirman, salah seorang anggota tim Lintas Merapi. Lewat tracking hijau ini, masyarakat kaki Merapi ingin berbagi pengetahuan tentang pengelolaan alam dan ekosistem sekaligus membangun desa mereka lewat pariwisata yang sehat.
Untuk menikmati tracking hijau Merapi, anda bisa datang ke Dusun Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Untuk mencapai dusun yang terletak 4 km dari puncak Merapi ini anda dapat memilih jalur Manisrenggo, Klaten atau Cangkringan, Sleman menuju kawasan wisata Deles Indah. Tracking Lintas Merapi berada sekitar 1,5 km dari pintu gerbang Deles Indah. [ ]