Kerajinan Kulit Omah Wayang Klaten
Omah Wayang Klaten merupakan salah satu pusat belajar, berkarya dan penjualan karya seni wayang di Kabupaten Klaten yang berada di Dusun Jombor, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, Kab. Klaten. Omah Wayang Klaten mencoba menawarkan program pengenalan, pendalaman, pelatihan danapresiasi seni budaya jawa dengan segala aspeknya (wayang Karawitan, Kethoprak, Tari) secara “live in”, juga layanan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Omah Wayang mengharapkan akan mampu memperkaya dan memberi kontribusi bagi untuk menambah pengetahuan dan membangun ketahanan seni budaya tradisional Jawa, sebagai tanggung jawab bersama. Omah Wayang terletak di kebon pemukiman Penduduk didalamnya terdapat fasilitas sederhana ; ruang kelas, Gallery ruang workshop, Panggung terbuka, Gazebo, perpustakaan dan dilengkapi multimedia, wayang, gamelan dan fasilitas lainya.
Berbagai produk kerajinan dengan bahan baku kulit banyak diproduksi di Omah Wayang. Kerajinan yang dihasilkan juga mempunyai kualitas. Kerajinan yang diproduksi misalnya wayang kulit, gantungan kunci, pembatas buku, cup lampu, kartu nama, hiasan dinding bahkan lukisan tangan. Harga dari produk yang dihasilkan juga bervariasi sesuai dengan jenis maupun kualitas.
Saat ini hasil dari penjualan produk tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan yang lain, seperti Macapatan/Geguritan setiap malam selasa yang dilaksanakan oleh para tetua; Tabuhan bocah setiap minggu pagi oleh anak-anak; Tabuhan ibu-ibu setiap minggu sore oleh ibu-ibu; Tabuhan nom-noman setiap senin sore oleh para pemuda; Tabuhan bapak-bapak setiap malam Jumat; Sadranan setiap awal bulan ruwah, tradisi bersih kubur dan rayahan jajanan pasar; Wayangan Ruwahan dilaksanakan pada malam ruwah setelah nyadran dengan dalang lokal dan lakon baratayudha; Miwit sawah dilaksanakan 4 bulan sekali saat panen padi tiba; Pagelaran Kethoprak dilaksanakan 1 tahun sekali pada bulan desember; Kalangwanan dilaksanakan setiap Kamis pahing sebagai tradisi mendongeng dengan bahasa jawa diiring cokekan; Purnamasidi dilaksanakan pada tanggal 15 jawa (bulan purnama) penerangan obor dan diisi dolanan bocah; Laku suran berjalan keliling desa dengan ritual khusus yang dilaksanakan oleh masyarakat setiap tahun baru jawa.
- Administrotor
- Kewirausahaan
- dibaca 1852x
- [5] komentar
Induk domba mati dalam keadaan paru – paru membusuk ...
Domba mengalami sakit yang sudah kronis dan hampir mati. Sebelum mati domba disembelih dan ternya paru – paru domba membusuk. Padahal pada waktu itu induk domba dalam keadaan bunting dan dijual Rp 150.000,00 ...
Mati karena hewan sakit diindikasikan domba kembung dan mengalami inveksi radang usus. ...
Induk domba tumbuh dan berkembang dengan baik. Kondisi domba sedang bunting 4 bulan dan dalam keadaan sehat. ...
sehat,, tanggal 28 april 2011 di kawinkan ...









