Dusun Bobung Terapkan Strategi Marketing Modern Kerajinan Kayu
Pathuk-Gunungkidul. Dusun Bobung yang terkenal dengan kerajinan topeng kini semakin berkembang pesat. Perkembangan jumlah pengrajin dan jumlah permintaan produk kerajinan yang terus meningkat menjadikan Desa Putat dimana Dusun Bobung berada dijadikan Desa Wisata Kerajinan Topeng kayu.
” Pengrajin topeng di Dusun Bobung adalah pengrajin turun-temurun dan baru di tahun 80an munculah beberapa kelompok untuk menggarap orderan besar” tutur Yanto (30) seorang pengrajin anggota kelompok Karya Manunggal. Ia menambahkan bahwa kelompok Karya Manunggal beranggotakan 50 pengrajin yang kini mengerjakan beragam kerajinan dari kayu mulai dari topeng ukir batik, patung, nampan, hingga tempat tisu. ” Kami gunakan kayu pule dan albasia sebagai bahan kerajinan ” imbuhnya sembari menegaskan bahwa kebutuhan bahan sampai harus didatangkan dari luar daerah seperti dari Boyolali dan Wonosobo.
Produktivitas pengrajin sangat terlihat saat Radekka FM mengunjungi salah satu tempat yang digunakan sebagai lokasi penghalusan produk.
Tampak sekelompok pengrajin yang terdiri dari 2 orang ibu dan seorang pemuda sedang menghaluskan produk sebelum produk mulai dibatik. Keseriusan Kelompok Pengrajin Karya Manunggal dalam mengelola ketrampilan ini juga tampak dari Katalog Kerajinan yang diterbitkan. Kesan keren dan informatif akan didapat saat pertama kali membuka lembar demi lembar halamannya. ”Terinspirasi dari Tari Topeng di era 70an maka topeng dikembangkan bukan hanya untuk tarian saja namun juga sebagai hiasan dekorasi interior rumah dan souvenir”, demikian kalimat yang tertulis sebagai pengantar katalog yang ditempatkan di halaman pertama. Kapasitas produksi hingga 23.000 unit/tahun-pun berani mereka janjikan untuk melayani konsumen.Kartu Nama sebagai bagian intrumen marketing juga terkesan digarap serius.
Kelompok Pengrajin Karya Manunggal yang beralamat di Dusun Bobung Desa Putat Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul memang sudah melayani order dari Yogyakarta, Jakarta, Bali hingga beberapa negara. Dengan dijadikannya Desa Putat sebagai Desa Wisata Kerajinan Kayu maka semangat warga yang tergabung dalam kelompok-kelompok pengrajin semakin besar. Setidaknya mereka semakin yakin inovasi yang terus mereka lakukan dari keragaman produk kerajinan dan manajemen pemasaran akan meningkatkan kesejahteraan mereka dan desanya. Letak Dusun Bobung ini juga diuntungkan karena merupakan Jalur Segitiga Wisata yakni Desa Kawasan Konservasi Semoyo, Desa Wisata Kerajinan Topeng Kayu Putat dan Desa Gunung Api Purba Nglanggran.
Liputan Radekka FM
www.suarakomunitas.net
- Ketut Sutawijaya
- Kewirausahaan
- dibaca 136x
- [0] komentar







